Latest News
Paket Program Hamil

Membangun Keluarga Qur’ani

(dari talkshow Membangun Generasi Qur’ani bersama Ust. Mutamimul ‘Ula dan Ust. Wirianingsih)

Keluraga Qur’ani adalah keluarga yang menjadikan Al qur’an sebagai pedoman hidup dan kehidupan.
QS. [12]:9.
“Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”

Pentingnya menjadi keluarga qur’ani. Agar menjadi keluarga orang-orang sholeh, orang-orang bertaqwa dan mendapatkan kemuliaan dunia dan akhirat.
QS. [2]:133
“Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia Berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan kami Hanya tunduk patuh kepada-Nya".


Bahwa tujuan mendidik anak adalah agar menjadi mu’min.

Berinteraksi dengan al qur’an
1. Meyakini kebenarannya secara menyeluruh
QS. [2]:22.
“Kitab[11] (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa[12]”

[11] Tuhan menamakan Al Quran dengan Al Kitab yang di sini berarti yang ditulis, sebagai isyarat bahwa Al Quran diperintahkan untuk ditulis.
[12] takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.

Alloh telah menjamin kebenaran Al Qur’an. Tidak ada kitab atau buku yang di awal ada jaminan tentang kebenaran isinya selain ql qur’an.

2. Membacanya secara tartil
QS [73]:4
“… atau lebih dari seperdua itu. dan Bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.

Membacanya setiap hari.

3. Mentadabburinya
QS. [47]:24.
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?”

Salah satu keistimewaan al qur’an adalah mudah difahami bahasanya oleh semua golongan, dan mudah dihafalkan. Tidak ada kitab suci yang mudah di hafalkan.

4. Mengamalkannya
QS. [17]:9
“Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,”

Al qur’an, ketika telah diamalkan akan menjadi kekutan yang sangat dhsyat. Bisa menggerakkan hati, dan memberikan kekuatan pada jiwa yang luar biasa. InsyaALLOH.

5. Menyebarkannya/menda’wahkannya.

6. Menghafalkannya.
QS. [15]:9
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya[793].”

[793] ayat Ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Quran selama-lamanya.

Alloh menjaga kemurnian al qur’an dengan banyaknya orang yang hafal al qur’an.

Dari 6 hal di atas, yang nomor 1-5 fardu ‘ain. Sedangkan yang ke-6, menghafalkan, fardhu kifayah menghafal seluruhnya (30 juz) tapi fardhu ‘ain mengahafal sebagiannya.


Pentingnya menghafal qur’an:
1. Menjaga kemutawatiran al qur’an
2. Meningkatkan kualitas ummat
3. Menjaga terlaksananya sunah-sunnah Rasulullah
4. Menjauhkan mu’min dari sifat laghwau (tidak ada nilainya disisi ALLOH, sia-sia)
5. Melestarikan budaya salafus sholeh
(dai buku Kiat Sukses Hafidz Qur’an Da’iyah, Abdul Azis Abdul Rauf)

Faedah menghafal al Qur’an
1. Jika disertai dengan amal sholih dan keikhlasan merupakan kemenangan dan kebahagiaan di duni dan di akherat.
2. Mendapat anugerah dari Alloh berupa ingatan yang tajam dan pemikiran yang cemerlang
3. Merupakan bahtera ilmu
4. Memiliki identitas yang baik, akhlak dan perilaku yang baik
5. Dapat berbicara fasih dan ucapannya benar
6. Mampu menguasai banyak arti kosakat al qur’an
7. Dapat menghafal banyak kata-kata bijak yang terdapat di dalam al qur’an
8. Dapat menikmati sastra al qur’an
9. Dapat dengan cepat menhadirkan ayat-ayat hokum untuk menjawab persoalan
10. Akan terbiasa menyimpan memori dalam ingatannya
(9 Kiat Praktis Mengahfal al Qur’an, Saadullah)

Menumbuhkan minat anka menghafal al qur’an
a. Mendo’akannya (ad-du’a)
b. Memberi teladan (al qudwah)
c. Membangun lingkungan yang kondusif (al bi’ah)
d. Menasehati dan mengingatkan (al mau’zhah)
e. Membangun kebiasaan dan mengulang-ulang (al audah)
f. Reward dan punishment (al ‘uqubah)


1 Response to "Membangun Keluarga Qur’ani"

  1. Mari berusaha mendidik anak untuk masa depan demi membela agama Allah

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan bijak. Komentar tanpa nama dan tidak bisa dilacak balik atau ada link aktif saya anggap spam