Latest News
Paket Program Hamil

(GoVlog-Umum) Seorang Bidan Memaksa Pasiennya


Sahabat ada yang sudah menikah?

Kalau sudah apakah ikut program yang dicanangkan pemerintah yaitu KB?

Dulu waktu memilih alat kontrasepsi apakah memilih sendiri atau di sarankan oleh bidan?

Saya sudah menikah. Dan ikut program KB. Saya ikut KB bukan untuk membatasi kelahiran anak hanya dua tetapi untuk mengatur jarak kelahiran anak. Untuk jumlah anak saya tidak membatasi hanya dua. Entah nanti mau dikaruniai berapa anak, selama isteri masih mampu melahirkan insyaAllah.

Alhamdulillah sampai saat ini saya dikaruniai dua orang anak. Yang pertama usia 3 tahun 2 bulan sedangkan yang kedua sudah berumur 1 tahun 5 bulan. Jarak kelahiran memang dekat. Ya memang deprogram demikian, prinsip saya, mumpung masih muda dan mampu bekerja. Nanti saat usia saya 50 tahun ke atas anak-anak sudah dewasa dan bisa mandiri sehingga tidak terlalu terbebani dengan beaya pendidikan mereka.

Oya, alat kontrasepsi yang kami pilih adalah pil. Sejak pertama memakai pil, tidak ada permasalahan yang berarti. Memang pernah isteri mengalami haid yang tidak teratur karena minum pil KB untuk ibu menyusui. Namun itu tidak berlangsung lama, setelah konsultasi dengan bidan akhirnya ganti pil KB biasa dan haidnya normal kembali.

Setiap kali pil KB habis, isteri beli sendiri ke apotek atau dia datang ke PUSKESMAS. Untuk diketahui, isteri saya mengajar di PAUD yang berdampingan dengan PUSKESMAS. Jadi, tidak terlalu repot.
Bagitu seterusnya sampai pada suatu hari karena kebetulan pil KB di rumah sudah hampir habis, isteri saya datang ke PUSKESMAS. Yang ada waktu itu bukan Bidan yang biasa. Isteri menyampaikan maksud kedatangannya yaitu untuk meminta pil KB. Oleh bidan yang jaga waktu itu justru di jelaskan kalau ibu menyusui tidak boleh pakai pil KB. Padahal sama bidan yang biasa boleh.

Terjadilah dialog antara isteri saya dengan bidan yang jaga. Sang bidan memaksakan untuk memberi suntik, isteri saya menolak, tetap saja dia paksa. Sampai akhirnya dengan terpaksa isteri saya disuntik.
Sepulang saya dari kantor, isteri menceritkan kejadian yang baru saja dia alami. Bahwa dia dipaksa menerima KB suntik oleh bidan yang jaga di PUSKESMAS dekat dia mengajar.
Saya meyayangkan sikap bidan itu yang memaksakan KB suntik kepada isteri saya.

Pada hari berikutnya saya mengirim sms ke bidan yang biasa.
“Bu, apakah seorang petugas kesehatan (bidan) boleh memaksakan alat kontrasepsi ke pasien?”
Lalu di jawab “jelas tidak boleh…kami sebagai bidan hny menyarankan,mengarahkan,menjelaskan ttg kb,keputusan tetap ada pada pasangan suami istri.,kalo boleh tahu kemarin di’paksa’ kb apa Pak…?”
Saya kirim sms lagi yang intinya meminta bidan “itu” di tegur supaya tidak terjadi pemaksaan lagi kepada pasien lain. Jangan sampai dia dituntut karena memaksakan alat kontrasepsi kepada pasien.
“Baik Pak..bsk tak tegur..mhn dimaafkan ya..mgkn maksudnya baik..hny caranya..tp utk info..pil kb utk ibu menyusui krg dr 6bln ada,sdgkn stl umur 6bln keatas jg ada..mgkn kmrn tujuannya biar tdk lupa..sy janji akn membicarakan ttg hal ini..krn mmg tdk boleh ada paksaan,mksh ats masukannya” jawab bu bidan.

Saya memang tidak mempermasalahkan pil atau suntiknya tapi lebih pada pemaksaan itu. Isteri saya sudah menolak malah dipaksa.
Sampai saat ini saya masih mencoba mencari tahun apakah tindakan pemaksaan alat kontrasepsi pada peserta KB bisa diperkarakan? Pasal mana yang bisa digunakan untuk mengajukan tuntutan bila hal itu bisa diperkarakan?

Sekiranya ada di antara sahabat yang tahu mengenai UU Kesehatan atau apalah yang terkait dengan permasalahan saya itu, saya mohon informasinya.




0 Response to "(GoVlog-Umum) Seorang Bidan Memaksa Pasiennya"

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan bijak. Komentar tanpa nama dan tidak bisa dilacak balik atau ada link aktif saya anggap spam