Latest News
Paket Program Hamil

Bukan di Negeri Dongeng

Lagi asik buka-buka file lama di tablet, menjelajahi barang baru nemu satu file PDF yang judulnya “Bukan di Negeri Dongeng”.  Setelah selesai saya baca, saya jadi terharu. “Bukan di Negeri Dongeng” adalah kumpulan kisah penuh hikmah yang di tulis oleh Helvy Tiana Rosa (@helvy), Izzatul Jannah dan kawan-kawan.

Banyak kisah yang ditulis di kumpulan kisah nyata itu. Ketika kita membacanya, mungkin kita akan berdecak, “Ternyata masih ada ya orang seperti mereka di negeri ini”.
Sebenarnya file itu sudah lama tersimpan di PC saya. Cuma baru nemu pas file-file PDF koleksi saya itu saya pindah ke tablet yang baru saya beli.

Beberapa kisah yang tercantum di e-book itu memang mengisahkan tokoh dari salah satu partai yang ada di Indonesia. Saya tidak partisan, tetapi kisah perjalanan hidup mereka yang diceritakan di e-book itu benar-benar  membuat hati saya tergetar. Ditengah hiruk pikuk berita tentang politisi hedonis dan korup, ternyata masih ada segelintir pemimpin di negeri ini yang patut menjadi contoh.

Diantara banyak kisah di dalam e-book itu adalah tentang seorang anggota dewan yang dicalonkan untuk maju dalam pilkada di salah satu propinsi di Jawa. Ketika dilakukan pengecekan kekayaan, hasilny sungguh mencengangkan. Hanya punya asset senilai Rp. 20juta. Bayangkan! Seorang anggota dewan aktif hanya memiliki asset sebesar itu? Suatu keadaan yang sangat tidak masuk akal.

Beliau memang memiliki prinsip keras, bersama istri sudah bertekad, akan menginfakkan seluruh hidupnya untuk dakwah. Seorang anggota dewan yang tidak memiliki rumah (masih ngontrak), tidak punya kendaraan pribadi (kemana-mana naik angkot), tidak punya kursi tamu (menerima tamu secara lesehan) dan hanya mengambil gajinya sebagai anggota dewan seperlunya, selain itu semua untuk kepentingan dakwah.


Seandainya semua banyak pemimpin negeri ini seperti Beliau, maka tidak akan ada lagi rakyat yang sengsara karena semua selalu mementingkan masyarakat.

Ini hanya satu kisah yang ada di e-book itu. Masih banyak kisah yang lain yang tidak kalah mengharukan dan penuh teladan

Membaca satu kisah ini membuat saya teringat dengan kisah salah seorang Umar bin Khattab. Saat Umar berjalan pada malam hari dan mendapati seorang ibu sedang merebus sesuatu di kuali sementara anaknya menangis karena menahan lapar. Lalu Umar sendiri yang mengambilkan gandum untuk Si Ibu yang anaknya menangis. Sejak saat itu, Umar bertekad bahwa tidak boleh ada rakyat yang menderita kelaparan.

Ada lagi kisah seorang anggota dewan yang menolak anggaran perumahan senilai Rp. 75juta dengan resiko dibenci rekan sesama anggota dewan. Akhirnya memang anggaran itu batal.


Kita merindukan sosok pemimpin yang benar-benar mengayomi rakyat. Bukan pemimpin yang hanya mementingkan partai dan kelompoknya. Semoga akan lahir pemimpin yang demikian. 

Jika Sahabat mau membaca seluruh isi e-book "Bukan di Negeri Dongeng" ini silakan gugling aja sendiri. saya tidak menyertakan link download. Saat nulis posting ini, sempet juga gugling, ada banyak tempat untuk mendownload e-book ini.

0 Response to "Bukan di Negeri Dongeng"

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan bijak. Komentar tanpa nama dan tidak bisa dilacak balik atau ada link aktif saya anggap spam