Latest News
Paket Program Hamil

Diantara Dua Pilihan


Sebuah pesan masuk ke handphone.
“Akh, besok antum yang yang jadi MC, ya?”. Pesan dari ketua panitia kegiatan yang pernah saya selenggarakan bersama teman-teman saat lebaran yang lalu.
“Ya Akh, insyaAllah,..”
Pada kesesokan harinya, ada sebuah pesan lagi. Kali ini undangan pelatihan dari seorang teman yang lain. Acara pelatiahan dan acara yang saya gagas dengan beberapa teman waktunya bersamaan. Hari dan jam yang sama.

***

Sahabat pernah mengalami hal yang mirip seperti yang saya alami itu? Bagimana cara Sahabat memutuskan?
Bisa saja kita ikuti dua acara itu secara bergantian. Hadir pada acara yang satu sampai setengah acara lalu pindah ke acara yang lain. Langkah ini bisa jadi alternative jalan keluar. Tetapi, jika dua acara itu adalah acara yang penting, maka bukan keutamaan yang akan kita dapat. Justru kita tidak akan maksimal mengikuti semua acara. Di acara pertama, kita bisa jadi gelisah. Bagiamana nanti pamit ke teman-teman? Atau, kapan waktu yang pas untuk meninggalkan acara? Saat memikirkan hal itu, kita tidak akan bisa konsen ke acara. Kalau pun bisa pamit dan diijinkan oleh panitia yang lain, pas kita berangkat ke acara berikutnya juga pasti tidak akan tenang. Sesampai di acara kedua, materi sudah tinggal setengah, Jika materi berkesinambungan, kita justru tidak akan bisa mengikuti materi selanjutnya karena tidak tahu bagimana tadi materi session sbelumnya. Meminta untuk mengulang materi tentu tidak mungkin. Minta penjelasan ke teman yang mengikuti acara dari awal juga buakn langkah yang bijaksana.

Dalam menghadapi situasi seperti kasus yang saya contohkan di atas, saya menggunakan pertimbangan sebagai berikut:

Apa peran kita di dalam acara itu?
Apakah peran kita di acara itu vital atau tidak. Ini pertimbangan utamanya. Jika kita terlibat mnenjadi panitia tentu peran kita sangat penting.
Dalam contoh kasus tadi, saya berperan sangat penting, yaitu sebagai MC. Tidak mungkin seorang MC pergi meninggalkan acara sementara acara belum selesai.

Adakah orang lain yang bisa mengambil alih peran kita di sana?
Saya sering mengatakan kepada teman-teman yang sukanya ingin menghindar dari tanggung jawab kepanitiaan dengan beralasan mempunyai acara pada jam dan hari yang sama.
“Di sana itu sudah banyak peserta dan panitia yang lain. Kita tidak datang pun acara di sana tetap bisa berjalan. Nah, di sini, kalau bukan kita, siapa lagi?”
Begitulah kira-kira kalimat yang saya sampaikan ke teman-teman. Apalagi di sana, kita cuma sebagai peserta. Sepenting apapun, seharusnya kita memberati acara yang kita selenggarakan sendiri.

Ok, Sahabat.. semoga bermanfaat…

(sumber gambar dari internet)

3 Responses to "Diantara Dua Pilihan"

  1. setiap diri kita sebenarnya memiliki arti bagi orang lain, asalkan kita mampu menempatkan diri dengan baik

    BalasHapus
  2. artikelnya sangat bermanfaat mas, boleh donk saya copy

    BalasHapus
  3. @pututik, putut dan tutik, iya dan karena itu maka kita pilih dimana kite berperan yang lebih besar, di sana kita hadir...

    @Tukang parkir, monggo saja dishare, sekiranya bermanfaat.. link saya jangan lupa.. :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan bijak. Komentar tanpa nama dan tidak bisa dilacak balik atau ada link aktif saya anggap spam