Latest News
Paket Program Hamil

Idhul Adha: Meneladani Ibrahim a.s.

Sering kita merasa taqwa
Tanpa sadar terjebak rasa
Dengan sengaja mencuri-curi
Diam-diam ingkar hati


Pada Allah mengaku cinta
Walau pada kenyataannya
Pada harta, pada dunia
Tunduk seraya menghamba


Reff:
Belajar dari Ibrahim
Belajar taqwa kepada Allah
2x
Belajar dari Ibrahim
Belajar untuk mencintai Allah


Malu pada Bapak para Anbiya
Patuh dan taat pada Allah semata
Tanpa pernah mengumbar kata-kata
Jalankan perintah tiada banyak bicara


(Judul : Belajar Dari Ibrahim, album : Neo Sholawat, Munsyid : Snada, http://liriknasyid.com)


Hari ini adalah Hari Raya Idhul Adha. Yang melekat dalam benak kita setiap hari raya idhul adha adalah kisah Nabi Ibrahim a.s. yang mendapat perintah untuk menyembelih putranya, Ismail a.s. kisahnya bisa kit abaca dalam al qur’an surat As Shoffat (39) 99-111.
Dari Ibrahim a.s., sesungguhnya ada banyak yang bisa kita teladani.


Dalam hal berumah tangga,
Ibrahim a.s. adalah contoh dalam membina rumah tangga. Rumah tangga Ibrahim a.s. adalah gambaran keluarga ideal. Dalam menjalani kehidupan berrumah tangga semua didasarkan pada wahyu Allah.
Juga, Ibrahim adalah gambaran suami sholih, dan dari keluarga Ibrahim lahir generasi sholih. Ismail a.s. dan Ishak a.s. Keduanya adalah anak-anak sholih yang kemudian juga menjadi nabi.
Saat mendapat perintah dari Allah:
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (ash Shoffat (39):102)
Inilah jawaban anak sholih. Dan gambaran orang tua sholih. Saat akan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan anak, maka dia mendiskusikannya dengan anak. Tidak main paksa.


Dalam membina rumah tangga, keluarga Ibrahim a.s. adalah teladan. Meski dengan dua orang isteri, Hajar dan Sarah, kelurga Ibrahim a.s. tetapi tetap bisa harmonis karena yang menjadi landasan majalani kehidupan rumah tangga adalah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah saja.


Dalam hal ketaatan.
Dalam hal ketaatan menjalankan perintah Allah, Ibrahim adalah teladan. Tanpa banyak bertanya sebagaimana Bani Israil yang terlalu banyak bertanya (Al Baqoroh (2): 67-74).
Nabi Ibrahim selalu melaksanakan perintah Allah. Mulai perintah untuk meninggalkan isteri dan anak yang di padang pasir tanpa ada seorang yang lain selain mereka, perintah menyembelih anak, perintah khitan, perintah membangun Ka’bah. Semua itu dilakukan dengan penuh ketaatan, tanpa banyak bertanya.


Banyak hal yang kita bisa ambil pelajaran dari nabi Ibrahim yang nilai-nilainya masih sangat relevan untuk kita terapkan pada masa sekarang.

0 Response to "Idhul Adha: Meneladani Ibrahim a.s."

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan bijak. Komentar tanpa nama dan tidak bisa dilacak balik atau ada link aktif saya anggap spam