Latest News
Paket Program Hamil

Kakek yang Semakin Sholih


Rumah sederhana Si Kakek

Berapa bulan terakhir ini, dari masjid di kampungku setiap waktu sholat ada seseorang yang rutin mengumandangkan adzan. Suaranya memang tidak sebagus dan semerdu para penyanyi atau pemenang lomba adzan. Suaranya pas-pasan, tapi saat mengumandangkan adzan terdengar lantang. Beliau bukan orang terpandang di kampung. Bukan pula orang berpendidikan tinggi. Setahu saya beliau lulusan Sekolah Rakyat (setingkat SD kalau sekarang) saja. Beliau juga bukan orang kaya.  Beliau bukan remaja, bukan pula seorang yang masih muda. Ya, beliau adalah seorang kakek yang usianya sudah diatas 60 tahun. Saya jadi malu jika mendengar Beliau adzan. Dengan usianya yang sudah setua itu, masih rajin berangkat sholat jamaah di masjid.

Saya suka telat datang ke sholat jamaah. Tapi Beliau selalu datang lebih awal, bahkan saat waktu sholat belum masuk, Beliau selalu hadir lebih dulu, menunggu masuk waktu sholat untuk kemudian mengumandangkan adzan.

Jika ada seorang kakek yang begitu taat beribadah, bagimana pendapat Sahabat?
“Ah, itu kan wajar saja, dia kan sudah tua. Sudah saatnya dia beribadah yang banyak supaya dapat bekal pahala yang banyak untuk di akherat. Dia kan udah mendekati akhir hidupnya”

Mungkin ada yang berpendapat seperti itu. Tapi ingat Sahabat, kematian bukan masalah tua dan muda. 
Banyak orang masih muda mati. Pun banyak orang tua yang sudah sakit bertahun-tahun belum juga meninggal. Kematian adalah rahasia Allah.

Saya pernah mendengar cerita dari anaknya. Bahwa pada suatu waktu, anak dari si Kakek ini pernah menegurnya. Karena waktu itu Beliau, si Kakek ini, sukanya nonton televisi. Jarang ke masjid. Dulu Beliau rajin ke masjid. Mungkin karena imannya sedang drop, maka kemudian Beliau jadi jarang ke masjid. Nah, pada suatu sore, pas masuk waktu maghrib, si Kakek ini di tegur oleh anaknya.
“Pak, kok saiki dadi arang-arang mangkat mesjid, tho?” (Pak, kok sekarang jadi jarang ke masjid?”).
Sejak saat itulah, menurut cerita si anak, bapaknya itu rajin lagi berangkat ke masjid. Dan sampai hari ini Beliau masih rajin ke masjid. Dan dengan suara lantangnya Beliau selalu memanggil kaum muslim untuk datang melaksanakan sholat jamaah di masjid.

Semoga kita, yang muda-muda ini bisa lebih rajin berangkat sholat jamaah ke masjid. Bukankah 1 dari 7 golongan yang akan mendapat perlindungan dari Allah di hari akhir saat tidak ada pertolongan selain dari Allah adalah golongan pemuda?

Dalam sebuah hadits Nabi SAW bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan dari Allah pada hari dimana tidak ada perlindungan kecuali dari Allah. Mereka adalah pemimping yang adil, pemuda yang rajin beribadah kepada Allah, seseorang yang hatinya bergantung pada masjid, dua orang yang saling mengasihi karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seseorang yang menolak berbuat zina dengan perempuan cantik dan kaya dengan mengatakan, “Aku takut kepada Allah”, seseorang yang bersedekah dengan penuh keiskhlasan sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan oleh tangan kanannya, dan seseorang yangmengingat Allah dalam kesendirian sampai meneteskan air mata (HR. Bukhori).


0 Response to "Kakek yang Semakin Sholih"

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan bijak. Komentar tanpa nama dan tidak bisa dilacak balik atau ada link aktif saya anggap spam