Latest News
Paket Program Hamil

Kekuatan Visualisasi

Semua orang bercita-cita menjadi orang yang sukses. Sukses dunia akherat dah pokoknya. Untuk mewujudkan cita-cita atau target itu, disusunlah langkah-langkah yang menuju ke arah sukses. Setelah rencan dan langkah-langkah itu tersusun rapi, mulailah kita menapaki selangkah dem,I selangkah. Tangga menuju kesuksesan itu, hari demi hari semakin dekat dengan kesuksesan. Semakin naik dan semakin terjal. Saat semangat sedang turun, tidak jarang seseorang menghentikan langkah. Padahal sebentar lagi, tidak lama lagi kesuksesan berada dalam genggaman.

Sahabat, dalam langkah menaiki tangga menuju sekses, yang kita perlukan adalah istiqomah. Konsisten. Tetap melangkah. Sebagaimana sebuah hadits, “amal yang paling dicintai Allah adalah yang rutin meskipun kecil”.

Ketika memulai sesuatu, apapun itu, pasti diawal akan ada semangat yang menggebu-gebu. Contoh realnya ngeblog. Betapa diawal kita ngeblog, ada dorongan semangat yang luar biasa. Setiap saat kita bisa konek ke internet, kita buka blog. Entah nambah assesoris, nambah posting –lebih sering copy paste L-, blog walking sana-sini, nyebar link blog berharap ada kunjungan balik, komen sana komen sini. Semua terasa enak aja. Tidak ada perasaan bosan, jenuh. Tapi begitu melihat kenyataan bahwa blog kita sepi pengunjung, trafik nggak naik, komentar juga sepi muncullah perasaan bosan itu yang berakibat pada jarang update blog. Jarang buka blog. Lhah yang punya blog aja jarang buka, apalagi orang lain.

Demi melihat kenyataan itu, semangatnya jadi menurun. Inilah yang akhirnya menjadikan blogger banyak yang berguguran.

Sahabat, untuk meraih kesuksesan sesungguhnya tidak hanya diperlukan semangat yang tinggi maupun kerja keras. Yang terpenting dari semua itu adalah NIAT YANG BENAR. Dalam hadits arba’in yang pertama disebutkan bahwa: “Sungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung niatnya dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya… (illa akhir) (HR. Bukhori dan Muslim)

Dalam suatu pelatihan yang saya ikuti dan diselenggarakan oleh pelopor asuransi syariah, TAKAFUL di hotel Phoenix Jogja kemarin (19/11/2011), pemateri, Pak Haikal Hassan Master NLP Indonesia menyampaikan hal itu. Bahwa kita akan sukses jika diawali dengan niat yang benar.

Beliau mencontohkan, dari hasil survey terhadap 86 tukang becak. Ketika para tukang becak itu ditanya tentang penghasilan mereka kebanyakan mereka menjawab, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Kaitannya dengan niat dan pengahsilan mereka, bahwa mereka para tukang becak hanya meniatkan untuk dapat hasil cukup untuk makan sehari-hari, maka yang didapat ya sesuai yang dia niatkan. Cukup untuk makan sehari-hari. Berbicara tentang tukang becak dan kerja keras. Kurang keras bagimana kerja tukang becak. Tetapi kebanyakan mereka masih mengeluh dengan penghasilannya.

Sahabat, setelah kita menetapkan cita-cita dan target waktu kapan harus tercapai, maka yang kita lakukan selanjutnya adalah memvisualisasikan apa yang kita cita-citakan itu. Sebagai contoh, kita mencita-citakan pengen punya rumah, maka caranya adalah menggambar rumah itu lengkap dengan detail setiap ruanganya. Rumah itu menghadap ke arah mana? Ruang tamunya seperti apa? Kamar tidurnya bagaimana? Jika ada garasi, nanti akan diisi dengan mobil seperti apa? Tamannya dihiasasi tanaman apa saja? Dan sebagainya. Dengan digambarkan seperti itu, maka insyaAllah cita-cita seperti itu akan relative lebih cepat terwujud. SAYA SUDAH MEMBUKTIKAN!

Dulu, sebelum nikah, saya pernah melakukan seperti itu, tetapi saya belum mendapat ilmu visualisasi cita-cita. Dan baru sadar setelah mengikuti pelatihan kemarin itu. Saya hanya manggut-manggut saja ketika sadar, “O iya ya…”.

Pak Haikal juga mengisahkan tentang temannya yang oleh teman satu kostnya dianggap gila hanya karena di buku tabungannya dia tulis dengan pensil saldo tabungan Rp. 10.000.000.000. Rp 10M. Bagi kita, yang menganggap diri kita orang normal hal seperti itu akan kita anggap gila. Tetapi tidak bagi  yang melakukannnya. Dan tahukah Sahabat? “Orang Gila” itu telah mencapai cita-citanya memiliki kekayaan Rp. 10M pada usia 35 tahun. Dan teman-temannya yang menganggap gila itu cuma bisa melongo … “Oooo…” Tentu saja tidak cukup dengan menuliskan di buku rekening Rp. 10M, tapi harus diiringi usaha dan do’a.

Sebagai blogger, kita juga bisa melakukan hal “gila” seperti itu. Misal kita bisa saja memasang widget pemantau trafik kayak hitstat atau yang lain, lalu kita setting sendiri angka-angkanya. Kan ada tuh yang bisa disetting angkanya. Dan usaha yang kita lakukan adalah membuat posting yang bagus dan kontinyu. insyaAllah, harapan kita akan semakin cepat terwujud.

Atau kita –muslim- tentu punya cita-cita untuk bisa menunaikan ibadah haji. Nah, visualisasi yang bs kita lakukan misalnya, memasang gambar Masjidil Haram sebagai hiasan dinding di rumah. Usahanya bisa ikut tabungan haji. Dan tentu dengan diiringi do’a dalam setiap shalat kita.

Hal semacam ini juga diajarkan oleh Master Training, Jamil Azzaini. Perasaan sering nyebut nama ini dalam tulisan-tulisan saya. Iya, memang saya menyukai tulisan-tulisan di blog beliau, www.JamilAzzaini.com . Kek Jamil –orang sering panggil beliau Kek Jamil- mencontohkan bagimana meyusun Proposal Hidup yang kurang lebih sama metodenya dengan visualisasi cita-cita.

So, Sahabat mantapkan rencana tentukan target, VISUALISASIKAN YANG JELAS and…. ACTION….!!!!

2 Responses to "Kekuatan Visualisasi"

  1. Nice post spt biasany yg mmg slalu bgus :)
    tambahan mas,slain visualisasi (dreambook) sptny prlu afirmasi positif (brtindak seolah2 yg kt hrapkan sudah trjadi)
    misalny: klw pgn naik haji,brsikaplah spt sdah naik hji (sikap n ibadahny), pgen jd org kaya yg drmawan ya jgn pelit brsdekah, pngen jd motivator ya sring mmotivasi tmen2 gt :D
    yg pasti postingannya nice dah.. (bukan s*sis_red) :D

    BalasHapus
  2. Juwita Hsu, wow..makasih, tambahannya harus dipraktekan ini...

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan bijak. Komentar tanpa nama dan tidak bisa dilacak balik atau ada link aktif saya anggap spam