Latest News
Paket Program Hamil

MALAM SATU SURO

Berdasrakan penanggalan Jawa, hari ini adalah tanggal 29 Besar 1944 Be. Hari terakhir pada tahun ini. Artinya besok adalah ktanggal 1 Suro 1945 Wawu, tahun baru dalam penanggalan Jawa. Atau dalam kalender Islam, besok adalah tanggl 1 Muharam 1433 H. 

Waw, brarti tahun baru donk...!!
Iya, benar. besok adalah tahun baru. Tapi tahun baru kali ini -dan seperti tahun-tahun sebelumnya- tidak ada pesta. Tidak ada kembang api. Yang ada adalah instrospeksi.

Di akhir tahun ini, kita ingat kembali target-target yang ingin kita capai. Apakah sudah tercapai, target-target itu? Kita buka kembali memori setahun berjalan. Apakah ada perbaikan dalam diri? Harapannya, di tahun yang baru ini, apa yang kita targetkan tahun lalu belum bisa tercapai, tahun ini bisa kita maksimalkan usaha.

Dan yang lebih penting dari itu, kita instrospeksi diri, apakah amal sholih yang kita kerjakan sudah lebih banyak daripada amal buruk dan dosa kita? 

Hijrah, Momentum Perubahan

Sistem penanggalan Islam menggunakan sistem qomariyah, artinya hitungan hari dan bulan berdasarkan peredaran bulan. Awal sistem penanggalan ini didasarkan pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah pada tahun 622 Masehi. Sistem penanggalan ini penting bagi kita umat islam karena sistem ini dijadikan dasar dalam penentuan hari-hari penting. Seperti hari raya idul fitri, idul adha, awal puasa dan lain lain.

Hijrah yang dalam arti sesungguhnya pindah. bahwa Rasulullah Muhammad SAW setelah berdakwah di Makkah kemudian mendapat perintah untuk hijrah. Momentum hijarah ini sering diartikan sebagai momentum perubahan. Sering dikatakan oleh para penceramah, "Kita harus hijrah. Mengjirahlkan perilaku. dari yang semula suka bermaksiat, hijrah menjadi sholih" 

Berbicara masalah perubahan, beberapa waktu yang lalu saya membuat posting tentang perubahan. Bagimana beratnya mengawali perubahan? Tantangan-tantangan itu bisa jadi alat untk melemahkan semangat kita. 

***
Dalam tradisi Jawa, ada ritual-ritual tertentu untuk menyambut pergantian tahun. Di Yogyakarta, ada ritual "Mubeng Beteng". Ritual ini dilakukan dengan cara berjalan mengelilingi benteng Kraton Ngayogyakarto tanpa berbicara atau istilahnya "mbisu". Peserta ritual ini adalah para abdi dalem. tetapi banyak juga warga yang bukan adbi keraton ikut ritual ini. 

Di masing-masing tempat ada ritual yang berbeda. 

 

0 Response to "MALAM SATU SURO"

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan bijak. Komentar tanpa nama dan tidak bisa dilacak balik atau ada link aktif saya anggap spam