Latest News
Paket Program Hamil

Pelajaran dari Perjalanan


tukang-becak-tua
Pelajaran tidak mesti didapat di ruang kelas. Ada sebuah kelas yang sangat luas bernama kehidupan. Ada juga guru yang tak pernah selesai memberi pelajaran. Itulah kehidupan dan pengalaman hidup. Dari sana kita bnayak belajat bagimana menjalani keseharian kita agar bisa bermanfaat bagi diri dan orang lain. Dan pengalaman hidup yang tak pernah jemu mengingatkan kita.

Dalam sebuah perjalanan pulang dari suatu pelatihan, saya menemukan banyak sekali pelajaran

Ada seorang Abang Becak yang masih mengayuh becaknya di tengah malam itu mengantar penumpang. Bayangkan, seorang Bapak yang sudah tidak muda lagi, ditengah konsis gerimis seperti itu, masih harus bekerja demi menfkahi keluarga. Ini saya lihat di perempatan timur Taman Pintar Yogya.

Ada lagi, seorang pedagang kaki lima yang masih membukan lapak di pinggir jalan ditengah suasana gerimis. Sepi banget. Sepintas saya lihat dagangannya ada bensin eceran, rokok. Sahabat tahu kondisi pedagang kaki lima itu? KAKINYA PINCANG. MasyaALLAH... lagi-lagi, demi menafkahi keluarga. Yang ini saya lihat di Jl. Mataram Yogya.

Sahabatku yang budiman, dua contoh ini cukup untuk kita ambil pelajaran.
Tentang tanggung jawab.
Tentang semangat.
Tentang ketegaran hati.
Tentang kekuatan.
Dan mungkin ada 1000 tentang yang bisa kita ambil

Betapa orang-orang seperti Abang Becak dan Pedagang Kaki Lima itu tetap besemangat meski lelah mendera.
Berpata mereka begitu tegar menghadapi kenyataan hidup.
Kekuatan yang terbesar mereka adalah rasa tanggung jawab terhadap keluarga..

Ya, keluarga...
Anak yang menanti mereka untuk uang sekolah...
Isteri yang menangti uang belanja pada pagi harinya...

Ya Allah, kuatkanlah mereka...
Aamiin...

****

Untuk sebuah pelajaran yang lain, silakan baca kisah tentang Seorang Bapak Tua Penjual Amplop
(siapkan tissu, ya...!)

4 Responses to "Pelajaran dari Perjalanan"

  1. @AwanDragon. Yups.. kita mesti bijak menjalani...

    BalasHapus
  2. Kayak Maher Zain bilang : 'Open our eyes, our hearts, our minds..'

    Semua itu di sekitar kita, dan 'nyata'. Tapi kita kadang lupa memperhatikan mereka..

    BalasHapus
  3. @thom, karena kadang kita terlalu asik memperhatikan yang jauh

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan bijak. Komentar tanpa nama dan tidak bisa dilacak balik atau ada link aktif saya anggap spam