Latest News
Paket Program Hamil

Isteri vs Blog

isteri-vs-blog
Posting ini khusus untuk blogger yang sudah menikah. Yang belum, boleh baca juga. Ha..ha... Ya, itung-itung buat pelajaran saat nanti menikah.

Pilih mana? Isteri atau Blog?

Aktifitas ngeblog menuntut kita sebagai blogger untuk selalu on line. Ya, paling tidak, dalam sehari kita menyempatkan diri untuk melihat blog kita. Jika tidak membuat posting baru, ya sekedar membalas komentar Sahabat yang sudah mampir dan berkenan memberi komentar. Membalas komentar ini penting untuk menjaga interaksi dengan  pengunjung.

Yang kadang terjadi adalah, setelah buka online, kita jadi lupa waktu. Hayo, siapa yang suka online sampai pagi subuh?

Pagi yang sudah menikah online sampaia pagi subuh akan berakibat kurang baik. Selain bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga, juga bagi kesehatan. (ya iya, bagi yang belum nikah juga sama aja bisa mengganggu kesehatan).

Saya pernah mengalami. Dicuekin isteri karena lebih memilih online sampai pagi. Cape deh...

Jadi ceritanya saya baru saja membeli hosting dan domain baru untuk web bisnis saya. Nah biasa kan, kalau kita punya web atau blog baru pasti perlu setting sana sini, buat postingan baru. Dan aktifitas ini perlu konsentrasi tingkat tinggi. Waktu yang paling enak adalah malam hari. Anak-anak sudah tidur,  termasuk "anaknya mertua" (baca: isteri).

Keasyikan uatk-atik blog ini kadang membuat kita lupa waktu. Tahu-tahu .... (...tempe-tempe... lhoh...) alarm subuh sudah bunyi.

Disinilah pentingnya memanage waktu. Kapan saat kita konsentrasi ngeblog, kapan waktu untuk isteri. Dan yang terpenting, kita bisa menjelaskan kepada isteri kita itu bahwa aktifitas ngeblog bisa juga sebagai solusi mencari tambahan penghasilan.

Dengan penjelasan yang baik dan pilihan suasana yang pas.. bisa saat jalan-jalan.. atau waktu lain, insyaAllah para isteri akan menerima.

10 Responses to "Isteri vs Blog"

  1. Wah subhanallah ... pengalam yang sama akhi...

    BalasHapus
  2. Pengalaman maksudnya ,,, :)

    BalasHapus
  3. iya, kayaknya akan banyak kisah yang sama... biar yang belum nikah banyak referensinya... :D

    BalasHapus
  4. ooouuwwhhh,,Gtu y Pak..heheheh....untung belum... (^_^)

    BalasHapus
  5. @Rofi, ya,,, nt kalo antm dah nikah... akan tau sendiri laah.. :)

    BalasHapus
  6. tapi aku belum nikah, tapi nyimak boleh

    BalasHapus
  7. hehehehe....Iya Pak..bismillah...mudah-mudahan kita semua diberikan yg terbaik....

    BalasHapus
  8. @MHARJIPES.com. silakan... utk tahu nggak harus mengalami sendiri.. cukup pengalaman orang lain sebagai pelajaran...

    @Rofi, Aamiin...

    BalasHapus
  9. Betul Pak, yang penting ada komunikasi yg baik antara suami-istri :-)

    BalasHapus
  10. @Mbak Wiwin, tanpa komunikasi kita akan berhenti mengenali pasangan. Sehingga kadang muncul ungkapan: Kamu tidak seperti yang dulu.. Ini karena kita berhenti mengenali pasangan.

    Kuncinya memang dengan Komunikasi atau ngobrol..

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan bijak. Komentar tanpa nama dan tidak bisa dilacak balik atau ada link aktif saya anggap spam