Latest News
Paket Program Hamil

Retinoblastoma: Kanker Mata pada Anak


Rofid di Kalasan, Sleman
Anak adalah tumpuan masa depan. Semua orang tua berharap, anaknya akan tumbuh dan berkembang dengan normal. Sehat. Tidak kurang suatu apa pun. Namun, apa jadinya jika anak yang menjadi tumpuan harapan itu mengalami sesuatu yang tidak diinginkan? Gangguan kesehatan, misalnya? Pasti, orang tua si anak akan sangat sedih. Apalagi jika keadaan ekonomi keluarga kekurangan, sedangkan harus mengusahakan pengobatan untuk si Anak. Ini akan sangat memberatkan orang tua.

Baru-baru ini, saya mendapati 3 (tiga) orang anak yang mengalami hal yang sama. Usia rata-rata 2 tahun. Apa yang mereka alami? Ketiga anak ini menderita penyakit kanker Retinoblastoma.Apa itu?


Retinoblastoma adalah salah satu penyakit kanker primer pada mata yang paling sering dijumpai pada bayi dan anak. Penyakit ini tidak hanya dapat mengakibatkan kebutaan, melainkan juga kematian. Di Negara berkembang, upaya pencegahan dan deteksi dini belum banyak dilakukan oleh para orang tua. Salah satu sebabnya adalah pengetahuan yang masih minim mengenai penyakit kanker pada anak.


Vikri di Bambanglipuro, Bantul
Penting bagi orang tua untuk melakukan deteksi dini kelainan mata pada anak. Dari data yang ada, bahwa 5-10% anak usia prasekolah dan 10% anak usia sekolah memiliki masalah penglihatan. Namun seringkali anak-anak sulit menceritakan masalah penglihatan yang mereka alami. Karena itu, skrining mata pada anak sangat diperlukan untuk mendeteksi masalah penglihatan sedini mungkin. Skrining dan pemeriksaan mata anak sebaiknya dilakukan pada saat baru lahir, usia 6 bulan, usia 3-4 tahun, dan dilanjutkan pemeriksaan rutin pada usia 5 tahun ke atas. Setidaknya anak diperiksakan ke dokter mata setiap 2 tahun dan harus lebih sering apabila telah ditemukan masalah spesifik atau terdapat faktor risiko.

Pada tahap skrining dapat ditemukan beberapa tanda awal retinoblastoma antara lain, manik mata berwarna putih (lekokoria), mata kucing, dan mata juling. Bila tidak segera ditangani, sel kanker yang awalnya berada di dalam bola mata akan terus tumbuh ke luar bola mata dan jaringan sekitarnya. Akibatnya mata tampak menonjol (proptosis).

Pemeriksaan sederhana menggunakan lampu senter dan oftalmoskop di tingkat puskesmas dapat membantu skrining retinoblastoma secara umum. Apabila ditemukan kelainan, anak harus segera diperiksakan ke dokter spesialis mata atau rumah sakit untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Penanganan yang terlambat selain dapat menimbulkan kebutaan, juga menyebabkan sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain, seperti sumsum tulang dan otak.

Rendi di Kuningan
Selain pemeriksaan oleh dokter spesialis mata diperlukan juga serangkaian pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis retinoblastoma. Pada stadium lanjut atau pada keadaan tertentu, perlu ditambahkan pemeriksaan rontgen, pemeriksaan sumsum tulang, dan pemeriksaan cairan otak. Selanjutnya dilakukan operasi pengangkatan bola mata, dengan atau tanpa kombinasi kemoterapi atau radioterapi. Umumnya semakin lanjut stadium penyakit, umumnya semakin kompleks dan mahal pengobatannya. Di lain pihak, angka keberhasilannya justru semakin kecil. Setelah operasi pengangkatan bola mata, biasanya dipasang mata palsu (protese mata) sehingga secara kosmetis penampilan pasien tetap baik.

OK Sahabat, semoga posting tentang retinoblastoma ini bermanfaat. Apabila ada diantara Sahabat yang mempunyai anak kecil atau saudara kecil (Balita) dan melihat ada sesuatau yang nampak anek di bola mata, baiknya anak tersebut segera di bawa ke dokter untuk mengetahui sejak dini.

Sahabat yang ingin membantu meringkankan beban ketiga anak dalam gambar, bisa langsung ke: www.SedekahRombongan.com

sumber tulisan: myhealing.wordpress.com

1 Response to "Retinoblastoma: Kanker Mata pada Anak"

  1. kasian banget masi kecil2 padahal udah kena penyakit kanker mata.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan bijak. Komentar tanpa nama dan tidak bisa dilacak balik atau ada link aktif saya anggap spam