Latest News
Paket Program Hamil

Menjadi PNS

Menjadi PNS atau pegawai negeri sipil rupanay masih menjadi dambaan banyak orang. Buktinya, setiap kali ada kesempatan mendaftar menjadi PNS, loket-loket kantor pemerintah yang menjadi tempat untuk mencari persyaratan untuk mendaftar jadi PNS selalu penuh. Klurahan, Kecamatan, Kantor Polisi untuk mencari SKCK. Saat pendaftaran melalui media internet diberlakukan beberapa waktu yang lalu, banyak sekali orang yang mencoba mengakses web kantor pemerintah yang ada lowongan. Akibatnya, karena diakses banyak orang, web kantor pemerintah itu jadi sangat sulit untuk dibuka kecuali dengan koneksi dewa.

Situs-situs penyedia ebook soal-soal ujian PNS juga ramai dikunjungki orang. Para penjual soal-soal untuk latihan ujian CPNS juga menangguk untung. Pemilik usaha foto kopi, penjual map juga menikmati keuntungan.

Di sisi lain, keinginan orang untuk menjadi PNS juga dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka melakukan penipuan dengan iming-iming bisa menjadi PNS.

Aksi Penipuan  dengan iming-iming menjadi PNS
Tadi pagi, saat masuk kantor saya sempat membuka-buka koran langganan kantor. Di halaman depan terpampang berita yang ditulis menggunakan huruf besar-besar.

Tidak bisa dipungkiri, memang menjadi PNS banyak enaknya. Gaji besar, nggak ada PHK, kerjaan relatif enak, hari tua ada jaminan dana pensiun.

Bagi sebagian orang tua saat ada yang melamar anaknya biasanya akan bangga kalao calon menantunya adalah seorang PNS. Maka tanpa pikir panjang, dia akan menerima lamaran untuk anaknya itu. Berbeda jika yang melamar adalah karyawan perusahaan swasta, dia akan berpikir beberapa kali untuk menerima lamaran itu. Tentu tidak semua orang tua seperti itu.

Kembali ke bahasan. Kasus penipuan dengan iming-iming menjadi PNS bukan kali ini terjadi. Banyak sudah yang menjadi korban. Tetapi tetap saja ada korban berikutnya.

Sebenarnya, kalo kita renungkan, para korban penipuan itu -menurut saya- juga melakukan kesalahan, Jika dia dilaporkan ke pihak berwajib, dia akan terkena pasal penyuapan.

Sebenarnya, beda antara penipu dan bukan hanya pada cara pandang. Bagi yang gagal menjadi PNS akan meyebut sebagai penipu, tetapi bagi yang sukses menjadi PNS, dia akan dianggap sebagai dewa penolong.

Lalu, jika para PNS sudah menyogok untuk masuk, lihat saja nanti. Pasti dia akan menjadi korup.

So, nggak usah memaksakan diri menjadi PNS. Mending dana yang akan digunakan untuk menyuap itu digunakan untuk modal usaha. Bayangkan, uang Rp. 50-100jt kalau untuk membuka usaha baru kan sudah sangat besar.

So, masih pengen jadi PNS?


2 Responses to "Menjadi PNS"

  1. pekerjaan apapun adalah suatu ibadah, jadi niatkanlah bekerja untuk mencari ridho allah. :)

    BalasHapus
  2. >>> Adi Pradana
    Iya Mas, bener bgt...
    tp kalo dapet kerjanya pake nyogok-nyogok gitu kan seumur hidup dia kerja dari hal yang tidak syah dan apa jadinya

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan bijak. Komentar tanpa nama dan tidak bisa dilacak balik atau ada link aktif saya anggap spam