Latest News
Paket Program Hamil

Menyoal UUK DIY: Siapa Untung?

Setelah disahakannya RUUK DIY menjadi UUK DIY dalam Sidang Paripurna DPR pada tanggal 30 Agustus 2012 yang lalu, masyarakat Yogya merasakan suatu kelegaan. Apa pasal? Karena perjuangan panjang dalam menuntut disahkannya RUUK DIY. Lebih dari 5 tahun perjuangan untuk pengesahan RUUK DIY menjadi UUK DIY.

Saat RUUK DIY belum ditetapkan, banyak elemen masyarakat yang memeberikan dukungan. Yang paling sering kita lihat adalah aksi demonstrasi menuntut pengesahan RUUK DIY. Penggalangan massa untuk melakukan demo biasanya dilakukan dengan mengerahkan perangkat desa, elemen masayarakat yang lain melalui sms, undangan terbuka dan lain. lain.

Perjuangan menuntut pengesahan RUUK DIY itu juga dilakukan menggunakan banyak media. Pembuatan spanduk-spanduk yang ribuan jumlahnya, dipasang di sudut-sudut kota, pinggir-pinggir jalan. Banyak juga aksi-aksi yang dilakukan dan sudah tentu dengan beaya yang tidak sedikit.

pengesahan-UUK-DIY
Pro Penetapan
Pasal yang paling krusial dalam UUK DIY ini adalah berkaitan dengan pengisian jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur. Perdebatan tentang tata cara pengisian jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur inilah yang menyebabkan molornya pengesahan RUUK DIY kala itu. Masayarakat Yogyakarta seolah terbelah menjadi dua bagian, pro penetapan atau pro pemilihan. Beragam opsi ditawarkan oleh pemerintah tentang tata cara pengisian jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur. Mulai dari konsep Pararadya sampai opsi Gubernur Utama dan Wakil Gubernur Utama.

Saya sendiri termasuk orang yang berada pada posisi netral. Siapa saja yang menjadi pemimpin di Propinsi Yogyakarta tidak begitu masalah. Apakah penetapan atau pemilihan tidak masalah bagi saya. Yang terpenting bagi saya adalah siapa saja yang memimpin Yogyakarta bisa membawa masyarakat Yogyakarta menuju kesejahteraan.

Satu hal yang sampai saat ini masih membuat saya bertanya: siapa yang diuntungkang dengan disahkannya UUK DIY ini?

Jika kita tengok ke belakang, lihat saja segala atribut yang digunakan untuk melakukan aksi demo memuntut disahkannya RUUK DIY, banner dan spanduk yang beterbaran di jalan-jalan, selebaran, bendera-bendera, kegiatan-kegiatan skala besar. Tentu saja semua itu memerlukan beaya yang sangat besar.

Hitung-hitungan kecil saja. Jika sebuah banner rentang ukuran 4mx6m seharga Rp. 100.000,-. Jika ada 100 banner saja, maka beaya yang dikeluarkan minimal Rp.10.000.000. Belum lagi pembuatan atribut yang lain. Dari mana beaya sebesar itu didapat? Dan sangat kecil kemungkinan semua itu gratis.

pengesahan-UUK-DIY
????
Suatu hari menjelang disahkannya RUUK DIY, saya membaca sebuah koran lokal di halaman depan memuat berita tentang permintaan dana keistimewaan ke pemerintah pusat sebesar Rp. 10T. Lalu saya bertanya dalam hati, inikah tujuan dari semua perjuangan selama ini? "Dana keistimewaan".

Semoga para pejuang keistimewaan ini benar-benar tulus berjuang, tidak ada udang dibalik batu. Tidak ada unsur mencari untung.

__________________
*tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis, hanya sebuah opini pribadi dan tidak ada maksud apapun selain ingin mengetahui jawaban dari sebuah pertanyaan yang memang belum pernah mendapat jawaban: Siapa diuntungkan dengan disahkannya RUUK DIY menjadi UUK DIY.

*silakan ditanggapi dengan arif dan bijaksana.